Abstrak

Infrastruktur Teknologi Informasi saat ini dipandang sebagai salah satu nilai kompetitif utama dari sebuah perusahaan yang dibutuhkan perusahaan tersebut agar dapat bertahan dan berhasil dalam lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat dan penuh persaingan. Terdapat empat komponen infrastruktur teknologi e-business yakni compatibility, connectivity, modularity, and IT personnel yang harus senantiasa sejalan dengan strategi bisnis perusahaan. Keempat komponen tersebut akan memperluas pula berbagai macam aplikasi yang dapat diimplementasikan dalam perusahaan.

Pembangunan komponen infrastruktur E-business (compatibility, connectivity, modularity, and IT personnel) memberikan dampak positif yang cukup signifikan terhadap strategi bisnis dan implementasi berbagai aplikasi. Studi ini menunjukkan pula bahwa kesiapan E-business ( e-business readiness) mempunyai peran yang sangat penting sebagai salah satu keunggulan kompetitif yang sangat penting bagi perusahaan.

Kata Kunci : e-business, strategi bisnis, teknologi informasi, infrastruktur.

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Banyak perusahaan telah membuktikan bahwa infrastruktur e-business dapat memberikan manfaat langsung terhadap perusahaan dan bagi kelangsungan hidup perusahaan tersebut.. Infrastruktur e-business terdiri dari berbagai macam komponen teknologi informasi yang memberikan layanan bersama dan menyediakan kemampuan untuk menjalankan berbagai aplikasi bisnis. Aplikasi bisnis tersebut melakukan berbagai macam proses bisnis pada perusahaan yang memungkinkan untuk mengubah kondisi bisnis perusahaan menjadi lebih baik.

Akan tetapi, perusahaan mungkin saja tidak efektif menggunakan infrastruktur e-business untuk menghasilkan aplikasi bisnis yang efektif. Demikian pula sebaliknya, perusahaan mungkin tidak dapat menghasilkan aplikasi bisnis yang efektif meskipun infrastruktur e-businessnya sudah sedemikian efektif. Pada kondisi seperti ini, perusahaan tidak akan mendapatkan hasil apapun dari infrastruktur dan aplikasi bisnis yang dimilikinya karena tidak adanya keselarasan antara strategi bisnis dan teknologi informasi. Dengan kata lain, dua hal yang sangat dibutuhkan adalah infrastruktur e-business serta aplikasi bisnis yang efektif untuk memenuhi peningkatan kebutuhan pelanggan tanpa meningkatkan biaya. Oleh karena itu, komponen infrastruktur e-business yang dimiliki harus dapat mencerminkan implementasi aplikasi bisnis utama dan selaras dengan strategi bisnis perusahaan.

1.2 Permasalahan

  • Bagaimana membangun infrastruktur e-business yang efektif ?
  • Bagaimana menetapkan komponen infrastruktur e-business yang dapat sejalan dengan strategi bisnis perusahaan ?

1.3 Tujuan Pembahasan

Menentukan faktor-faktor yang menentukan efektifitas dan kesiapan infrastruktur e-business pada perusahaan serta menetapkan komponen infrastruktur e-business yang searah dengan strategi bisnis dan implementasi aplikasi sistem informasi perusahaan.

BAB 2. INFRASTRUKTUR E-BUSINESS DAN STRATEGI BISNIS

Munculnya teknologi e-business merupakan era baru pengembangan bisnis perusahaan karena kebutuhan infrastruktur untuk menerapkan teknologi informasi tidak sama dengan teknologi industri sebelumnya. Hal ini disebabkan karena :

  • Pertama, layanan informasi tidak tergantung pada infrastruktur secara fisik seperti misalnya jaringan transportasi yang sangat penting bagi teknologi manufaktur yang masih tradisional. E-business menggambarkan pergantian dari aset secara fisik menjadi aset elektronik dan aset intelektual. Sebagai hasilnya, keperluan karyawan yang berpendidikan menjadi lebih penting dibandingkan sebelumnya.
  • Kedua, Teknologi informasi memungkinkan penyebaran aktifitas ekonomi. Pada teknologi manufaktur, proses produksi harus dilakukan pada satu lokasi agar dapat berlangsung secara ekonomis. Pada produksi yang memanfaatkan layanan teknologi informasi, hal tersebut dapat dilakukan meskipun berada pada lokasi geografis yang berbeda.
  • Ketiga, Teknologi informasi bukan merupakan modal insentif seperti teknologi manufaktur. Sebagai hasilnya, enterpreneur dapat masuk pada berbagai bisnis yang berhubungan dengan teknologi informasi dengan investasi teknologi yang kecil.

Oleh karena itu, strategi pembangunan infrastruktur e-business yang efektif merupakan cara yang penting untuk mendapatkan keuntungan yang lebih bagi perusahaan.

2.1 Infrastruktur E-Business

Meskipun infrastruktur teknologi informasi pada perusahaan secara mendasar telah dapat mengintegrasikan komponen teknologi untuk mendukung kebutuhan bisnis, pada kenyataannya konsep tentang infrastruktur teknologi informasi sendiri jauh lebih rumit.

Infrastruktur e-business merupakan sumber daya bersama yang terdiri dari komponen :

  • technical e-business infrastructure (yaitu hardware, software, teknologi komunikasi, data, dan aplikasi utama)
  • human e-business infrastructure (keahlian, pengalaman, kompetensi, komitmen, nilai, norma dan pengetahuan)

Kedua komponen infrastruktur diatas digabungkan untuk menghasilkan layanan e-business yang secara khas akan berbeda-beda pada setiap perusahaan. Layanan e-business ini menyediakan pondasi bagi pertukaran komunikasi dan informasi diseluruh organisasi dan untuk pengembangan dan implementasi aplikasi bisnis pada saat ini dan dimasa yang akan datang.Infrastruktur e-business harus fleksibel agar dapat menangani peningkatan permintaan dari pelanggan tanpa meningkatkan biaya.

Dengan memiliki infrastruktur e-business memungkinkan perusahaan untuk melakukan inovasi terhadap proses bisnis, meningkatkan kemampuan pengembangan sistem untuk mendesain dan membangun sistem yang sesuai dengan tujuan bisnis perusahaan. Untuk itu, maka infrastruktur e-business harus memiliki karakteristik berupa connectivity, compatibility, dan modularity serta memiliki personel IT yang mempunyai keahlian dan pengetahuan yang memadai.

Compatibility adalah kemampuan untuk membagikan berbagai macam informasi melalui komponen teknologi di dalam perusahaan secara menyeluruh. Compatibility ini membantu perusahaan untuk memberdayakan karyawan, menghasilkan data yang berisi informasi dan ketersediaan pengetahuan di dalam perusahaan.

Connectivity adalah konsep untuk menghubungkan semua pengguna, area fungsional dan aplikasi perusahaan yang memungkinkan untuk berbagi informasi sehingga berdampak pada perluasan implementasi aplikasi. Informasi yang dibagi oleh pengguna disediakan oleh berbagai aplikasi yang dimiliki perusahaan dimana aplikasi ini sedikit banyaknya akan bernilai jika aplikasi dibentuk dan digunakan sebagaimana yang diinginkan oleh perusahaan.

Modularity. Modularitas akan memberikan kemampuan bagi perusahaan untuk membangun aplikasi baru dengan cepat dan memodifikasi aplikasi eksisting berdasarkan konsep dimana aplikasi perangkat lunak lebih mudah dikelola ketika rutinitas yang dibutuhkan dilaksanakan dengan menggunakan modul terpisah.

Highly-skilled IT personnel, merupakan bagian yang sangat penting bagi implementasi aplikasi. Profesional ini mengetahui bagaimana menggunakan sumber daya IT yang dimiliki perusahaan dan teknologi lain diluar perusahaan. Profesional IT juga memiliki pengetahuan mengenai bisnis proses perusahaan yang digunakan untuk menerapkan aplikasi baru maupun aplikasi bisnis eksisting yang dapat mendukung strategi bisnis perusahaan.

2. 2 Infrastruktur E-Business dan Strategi Bisnis Perusahaan

Keselarasan strategi e-business terhadap strategi bisnis perusahaan mengacu kepada misi , tujuan dan perencanaan e-business yang mendukung dan didukung oleh misi, tujuan dan perencanaan bisnis perusahan. Kesesuaian ini menghasilkan integrasi perusahaan disetiap fungsi, unit dan personal yang berfokus kepada daya saing perusahaan.
Pengelolaan e-business adalah masalah penyelarasan hubungan antara bisnis perusahaan dan infrastruktur e-business yang akan memberikan manfaat berupa peluang dan kemampuan e-business perusahaan.
Setiap komponen pada infrastruktur e-business yang dimiliki perusahaan akan memberikan efek positif (atau negatif) pada keselarasan antara strategi bisnis peruahaan dan strategi e-business.
Pada saat ini, aplikasi teknologi informasi bukan hanya untuk melakukan proses terhadap data atau menyediakan laporan informasi kepada manajemen. Perusahaan dapat menggunakan aplikasi teknologi informasi untuk memperoleh keunggulan kompetitif., menghasilkan peluang bisnis baru, meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, meningkatkan kualitas layanan dan produk serta mengintegrasikan supplier dan operasional pelanggan .
Beberapa studi menunjukkan bahwa infrastruktur e-business memungkinkan perusahaan untuk membangun aplikasi yang akan sangat mendukung tujuan bisnis perusahaan.

2.3 Syarat keberhasilan e-business

Seringkali sebuah perusahaan hanya mengambil keputusan teknologi jangka pendek yang menyebabkan masalah biaya dalam jangka panjang. Pada situasi seperti itu, kehandalan, ukuran, kemampuan kelola, keamanan dan ketersediaan sistem biasanya tidak dipertimbangkan kelayakannya.

Karena pengalaman yang dialami oleh pelanggan adalah hal kritis dalam mengukur keberhasilan sebuah e-business, maka sangat penting untuk tidak mengurangi investasi operasional karena hal tersebut seringkali sulit dilakukan, memakan waktu dan mahal. Dengan kata lain, sangatlah kompleks, sulit dan memakan biaya yang tidak sedikit untuk membangun infrastruktur yang dapat mendukung aplikasi e-business, proses bisnis, knowledge manajemen, kolaborasi, virtual community dan lain-lain..

Oleh karena itu, sebagai langkah awal, maka perusahaan harus dapat :

  • Membangun dan mengimplementasikan strategi dan arsitektur infrastruktur e-business
  • Membangun dan mengembangkan aplikasi
  • Mengelola content dan perubahan yang sangat cepat
  • Menguji perubahan dengan cepat tetapi secara menyeluruh
  • Merekonfigurasi kemampuan sistem untuk merespon dengan cepat kebutuhan pelanggan.
  • Mengarahkan, meningkatkan dan mentransformasi proses operasional agar memiliki kecepatan dan kemampuan yang lebih besar untuk mengidentifikasi dan merespon kebutuhan pelanggan.
  • Berkolaborasi dengan mitra dan supplier
  • Mengantisipasi dan menyelesaikan potensi masalah sebelum masalah itu terjadi.
  • Mendukung kebutuhan dunia global, seperti mendukung bahasa nasional dari negara tertentu dan transaksi internasional.
  • Proaktif untuk mengeksplorasi dampak teknologi baru, seperti layanan web nirkabel..

2.4 Menilai kesiapan e-business

Terdapat empat komponen berbeda untuk mengukur kesiapan e-business pada sebuah perusahaan, yaitu :

  • Infrastruktur teknologi.
  • Akses layanan komunikasi dan informasi yang ada dimana-mana
  • Praktek pengelolaan perusahaan yang baik (good governance)
  • Keinginan perusahaan untuk mendesain kembali bisnis proses untuk mendapatkan keuntungan dari kemampuan e-business.

Untuk komponen infrastruktur, terdapat 10 pertimbangan yang dapat membantu perusahaan untuk membangun infrastruktur e-business yang efektif, yaitu :

Fill in your skills gaps
Menemukan talenta yang menguasai e-business merupakan tantangan perusahaan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, perusahaan harus senantiasa menjaga agar tetap memperoleh sumber daya yang memiliki keahlian yang kritis ini.

Plan for the future
Telah menjadi cerita sehari-hari bahwa sistem e-business senantiasa tidak mampu beroperasi karena kapasitas sistem telah digunakan melebihi syarat yang ditentukan. Masalah performansi dan ketidakcukupan kapasitas sistem ini akan membuat pelanggan beralih dari perusahaan, menghambat pertumbuhan, meningkatkan biaya serta membuat perusahaan tidak kompetitif
Tahap identifikasi desain dan ukuran kemampuan sistem adalah masalah awal yang harus direncanakan terlebih dahulu untuk mengurangi biaya siklus hidup proyek dan resiko dimasa yang akan datang.

Prepare for emergencies
Perusahaan harus memiliki pengalaman yang cukup terhadap penanggulangan bencana serta kelanjutan bisnis dengan cara mengidentifikasi proses bisnis kritis yang harus dilaksanakan pada saat darurat serta membangun perencanaan yang dapat membantu mengendalikan situasi yang mempunyai potensi membahayakan perusahaan.

Get a health checkup for your systems
Tenaga ahli dari luar perusahaan dapat menilai sistem e-business dan membantu perusahaan utuk menentukan kemampuan dan batasan infrastruktur, membandingkannya dengan kebutuhan saat ini dan dimasa mendatang serta membuat roadmap untuk menuntun arah yang akan dituju oleh perusahaan.
Konsultan akan membantu perusahaan untuk mengerti dampak teknologi baru, aplikasi serta pertumbuhan teknologi yang sangat cepat untuk diterapkan pada lingkungan perusahaan agar diperoleh efisiensi yang optimal.

Secure your investment and protect your customers
Keamanan dan privasi adalah masalah yang kritis bagi perusahaan yang menerapkan e-business. Menjalankan e-business yang aman memerlukan pengalaman dan pengetahuan yang biasanya diperoleh diluar perusahaan untuk melindungi sistem e-business dari hacker, virus atau internet intruders.

Find a place to put all your data
Teknologi Storage Area Network (SAN) yang cepat, handal dan setiap saat menyediakan media penyimpanan data akan dapat membantu memperluas kesempatan bisnis dan posisi bersaing karena mempermudah mengelola informasi yabg dimiliki perusahaan.
Dilain pihak, SAN seringkali sangat kompleks, membutuhkan SDM yang berpengalaman untuk merencanakan, mendesain, melakukan pengujian, mengimplementasikan dan menjalankannya.

Establish a solid network foundation
Pada infrastruktur e-business, jaringan adalah pondasi yang memungkinkan untuk menjalankan bisnis perusahaan. Sumber daya manusia yang handal diperlukan untuk mengelola arsitektur, teknologi, operasional dan perangkat yang diperlukan untuk meningkatkan performansi dan ketersediaan kebutuhan

Know before you go
Berbagai perubahan yang signifikan pada lingkungan IT, khususnya yang memberikan efek pada operasi yang kritis, memberikan situasi yang sangat beresiko tinggi. Dengan banyaknya hal yang menjadi taruhan, melakukan pengujian terhadap kecukupan infrastruktur sebelum mengimplementasikannya akan menjadi sebuah investasi dimasa yang akan datang. Karena jika sistem gagal pada saat diimplementasikan, akan menghilangkan pendapatan, produktifitas, pelanggan, ketidakpuasan pengguna dan penggunaan sumber daya tambahan untuk mengembalikan kondisi aplikasi dan infrastruktur seperti semula

Improve system availability
Perusahaan yang menerapkan e-business dengan baik akan senantiasa melakukan pemeriksaan secara seksama terhadap hardware, infrastruktur jaringan dan aplikasi yang digunakan untuk membantu mengurangi biaya yang harus dikeluarkan dan untuk menghasilkan 100% ketersediaan sistem.

Delegate non-critical tasks
Menyerahkan kepada tenaga profesional dari pihak ketiga untuk mengelola fungsi dan proses tertentu sehingga memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan waktu dan sumber daya untuk berkonsentrasi pada bisnis utama perusahaan. Beberapa pekerjaan yang dilakukan oleh pihak ketiga merupakan fungsi yang rutin atau standar, yaitu manajemen aset, helpdesk hingga operasional jaringan.

BAB 3. KESIMPULAN

  • Membuat keputusan yang tepat bagi desain infrastruktur e-business dan mengimplementasikannya secara efektif dapat memberikan konstribusi untuk periode yang panjang bagi kesuksesan perusahaan.
  • Infrastruktur e-business penting bagi banyak fungsi bisnis dan bagi proses bisnis dalam organisasi. Daya saing perusahaan tergantung pada fleksibilitas infrastruktur e-business, karena infrastruktur tersebut memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan proses bisnis dan aplikasi baru secara cepat. Kecepatan organisasi untuk mengimplementasikan proses tersebut meningkatkan daya saing dalam pasar.
  • Fleksibilitas infrastruktur e-business memberikan dampak strategis pada arah bisnis perusahaan dan dapat memperluas implementasi aplikasi bisnis dalam perusahaan. Oleh karenanya, Infrastruktur e-business dapat semakin meningkatkan keterkaitan antara strategi teknologi informasi dan strategi bisnis perusahaan. Hal ini menjadi sangat penting karena memungkinkan perusahan untuk merespon dengan cepat lingkungan bisnis yang cenderung berubah-ubah.

DAFTAR PUSTAKA

  1. SOCK H. CHUNG, R. KELLY RAINER, JR., BRUCE R. LEWIS (2003), The Impact Of Information Technology Infrastructure Flexibility on Strategic Alignment And Applications Implementation, Communications of the Association for Information Systems (Volume 11, 2003) 191-206
  2. IBM Global Services (2000), From idea to IPO: Building a successful and supportive e-business infrastructure, https://www-935.ibm.com/services/us/its/pdf/ngipo.pdf
  3. MINNA E. SARKAR, OMAR A. EL SAWY (2003), The Four Tigers Of Global E-Business Infrastructure Strategies And Implications For Emerging Economies, Communications of the Association for Information Systems (Volume 12, 2003) 1-22.