Abstrak

Infrastruktur Teknologi Informasi saat ini dipandang sebagai salah satu nilai kompetitif utama dari sebuah perusahaan yang dibutuhkan perusahaan tersebut agar dapat bertahan dan berhasil dalam lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat dan penuh persaingan. Terdapat empat komponen infrastruktur teknologi e-business yakni compatibility, connectivity, modularity, and IT personnel yang harus senantiasa sejalan dengan strategi bisnis perusahaan. Keempat komponen tersebut akan memperluas pula berbagai macam aplikasi yang dapat diimplementasikan dalam perusahaan.

Pembangunan komponen infrastruktur E-business (compatibility, connectivity, modularity, and IT personnel) memberikan dampak positif yang cukup signifikan terhadap strategi bisnis dan implementasi berbagai aplikasi. Studi ini menunjukkan pula bahwa kesiapan E-business ( e-business readiness) mempunyai peran yang sangat penting sebagai salah satu keunggulan kompetitif yang sangat penting bagi perusahaan.

Kata Kunci : e-business, strategi bisnis, teknologi informasi, infrastruktur.

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Banyak perusahaan telah membuktikan bahwa infrastruktur e-business dapat memberikan manfaat langsung terhadap perusahaan dan bagi kelangsungan hidup perusahaan tersebut.. Infrastruktur e-business terdiri dari berbagai macam komponen teknologi informasi yang memberikan layanan bersama dan menyediakan kemampuan untuk menjalankan berbagai aplikasi bisnis. Aplikasi bisnis tersebut melakukan berbagai macam proses bisnis pada perusahaan yang memungkinkan untuk mengubah kondisi bisnis perusahaan menjadi lebih baik.

Akan tetapi, perusahaan mungkin saja tidak efektif menggunakan infrastruktur e-business untuk menghasilkan aplikasi bisnis yang efektif. Demikian pula sebaliknya, perusahaan mungkin tidak dapat menghasilkan aplikasi bisnis yang efektif meskipun infrastruktur e-businessnya sudah sedemikian efektif. Pada kondisi seperti ini, perusahaan tidak akan mendapatkan hasil apapun dari infrastruktur dan aplikasi bisnis yang dimilikinya karena tidak adanya keselarasan antara strategi bisnis dan teknologi informasi. Dengan kata lain, dua hal yang sangat dibutuhkan adalah infrastruktur e-business serta aplikasi bisnis yang efektif untuk memenuhi peningkatan kebutuhan pelanggan tanpa meningkatkan biaya. Oleh karena itu, komponen infrastruktur e-business yang dimiliki harus dapat mencerminkan implementasi aplikasi bisnis utama dan selaras dengan strategi bisnis perusahaan.

1.2 Permasalahan

  • Bagaimana membangun infrastruktur e-business yang efektif ?
  • Bagaimana menetapkan komponen infrastruktur e-business yang dapat sejalan dengan strategi bisnis perusahaan ?

1.3 Tujuan Pembahasan

Menentukan faktor-faktor yang menentukan efektifitas dan kesiapan infrastruktur e-business pada perusahaan serta menetapkan komponen infrastruktur e-business yang searah dengan strategi bisnis dan implementasi aplikasi sistem informasi perusahaan.

BAB 2. INFRASTRUKTUR E-BUSINESS DAN STRATEGI BISNIS

Munculnya teknologi e-business merupakan era baru pengembangan bisnis perusahaan karena kebutuhan infrastruktur untuk menerapkan teknologi informasi tidak sama dengan teknologi industri sebelumnya. Hal ini disebabkan karena :

  • Pertama, layanan informasi tidak tergantung pada infrastruktur secara fisik seperti misalnya jaringan transportasi yang sangat penting bagi teknologi manufaktur yang masih tradisional. E-business menggambarkan pergantian dari aset secara fisik menjadi aset elektronik dan aset intelektual. Sebagai hasilnya, keperluan karyawan yang berpendidikan menjadi lebih penting dibandingkan sebelumnya.
  • Kedua, Teknologi informasi memungkinkan penyebaran aktifitas ekonomi. Pada teknologi manufaktur, proses produksi harus dilakukan pada satu lokasi agar dapat berlangsung secara ekonomis. Pada produksi yang memanfaatkan layanan teknologi informasi, hal tersebut dapat dilakukan meskipun berada pada lokasi geografis yang berbeda.
  • Ketiga, Teknologi informasi bukan merupakan modal insentif seperti teknologi manufaktur. Sebagai hasilnya, enterpreneur dapat masuk pada berbagai bisnis yang berhubungan dengan teknologi informasi dengan investasi teknologi yang kecil.

Oleh karena itu, strategi pembangunan infrastruktur e-business yang efektif merupakan cara yang penting untuk mendapatkan keuntungan yang lebih bagi perusahaan.

2.1 Infrastruktur E-Business

Meskipun infrastruktur teknologi informasi pada perusahaan secara mendasar telah dapat mengintegrasikan komponen teknologi untuk mendukung kebutuhan bisnis, pada kenyataannya konsep tentang infrastruktur teknologi informasi sendiri jauh lebih rumit.

Infrastruktur e-business merupakan sumber daya bersama yang terdiri dari komponen :

  • technical e-business infrastructure (yaitu hardware, software, teknologi komunikasi, data, dan aplikasi utama)
  • human e-business infrastructure (keahlian, pengalaman, kompetensi, komitmen, nilai, norma dan pengetahuan)

Kedua komponen infrastruktur diatas digabungkan untuk menghasilkan layanan e-business yang secara khas akan berbeda-beda pada setiap perusahaan. Layanan e-business ini menyediakan pondasi bagi pertukaran komunikasi dan informasi diseluruh organisasi dan untuk pengembangan dan implementasi aplikasi bisnis pada saat ini dan dimasa yang akan datang.Infrastruktur e-business harus fleksibel agar dapat menangani peningkatan permintaan dari pelanggan tanpa meningkatkan biaya.

Dengan memiliki infrastruktur e-business memungkinkan perusahaan untuk melakukan inovasi terhadap proses bisnis, meningkatkan kemampuan pengembangan sistem untuk mendesain dan membangun sistem yang sesuai dengan tujuan bisnis perusahaan. Untuk itu, maka infrastruktur e-business harus memiliki karakteristik berupa connectivity, compatibility, dan modularity serta memiliki personel IT yang mempunyai keahlian dan pengetahuan yang memadai.

Compatibility adalah kemampuan untuk membagikan berbagai macam informasi melalui komponen teknologi di dalam perusahaan secara menyeluruh. Compatibility ini membantu perusahaan untuk memberdayakan karyawan, menghasilkan data yang berisi informasi dan ketersediaan pengetahuan di dalam perusahaan.

Connectivity adalah konsep untuk menghubungkan semua pengguna, area fungsional dan aplikasi perusahaan yang memungkinkan untuk berbagi informasi sehingga berdampak pada perluasan implementasi aplikasi. Informasi yang dibagi oleh pengguna disediakan oleh berbagai aplikasi yang dimiliki perusahaan dimana aplikasi ini sedikit banyaknya akan bernilai jika aplikasi dibentuk dan digunakan sebagaimana yang diinginkan oleh perusahaan.

Modularity. Modularitas akan memberikan kemampuan bagi perusahaan untuk membangun aplikasi baru dengan cepat dan memodifikasi aplikasi eksisting berdasarkan konsep dimana aplikasi perangkat lunak lebih mudah dikelola ketika rutinitas yang dibutuhkan dilaksanakan dengan menggunakan modul terpisah.

Highly-skilled IT personnel, merupakan bagian yang sangat penting bagi implementasi aplikasi. Profesional ini mengetahui bagaimana menggunakan sumber daya IT yang dimiliki perusahaan dan teknologi lain diluar perusahaan. Profesional IT juga memiliki pengetahuan mengenai bisnis proses perusahaan yang digunakan untuk menerapkan aplikasi baru maupun aplikasi bisnis eksisting yang dapat mendukung strategi bisnis perusahaan.

2. 2 Infrastruktur E-Business dan Strategi Bisnis Perusahaan

Keselarasan strategi e-business terhadap strategi bisnis perusahaan mengacu kepada misi , tujuan dan perencanaan e-business yang mendukung dan didukung oleh misi, tujuan dan perencanaan bisnis perusahan. Kesesuaian ini menghasilkan integrasi perusahaan disetiap fungsi, unit dan personal yang berfokus kepada daya saing perusahaan.
Pengelolaan e-business adalah masalah penyelarasan hubungan antara bisnis perusahaan dan infrastruktur e-business yang akan memberikan manfaat berupa peluang dan kemampuan e-business perusahaan.
Setiap komponen pada infrastruktur e-business yang dimiliki perusahaan akan memberikan efek positif (atau negatif) pada keselarasan antara strategi bisnis peruahaan dan strategi e-business.
Pada saat ini, aplikasi teknologi informasi bukan hanya untuk melakukan proses terhadap data atau menyediakan laporan informasi kepada manajemen. Perusahaan dapat menggunakan aplikasi teknologi informasi untuk memperoleh keunggulan kompetitif., menghasilkan peluang bisnis baru, meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, meningkatkan kualitas layanan dan produk serta mengintegrasikan supplier dan operasional pelanggan .
Beberapa studi menunjukkan bahwa infrastruktur e-business memungkinkan perusahaan untuk membangun aplikasi yang akan sangat mendukung tujuan bisnis perusahaan.

2.3 Syarat keberhasilan e-business

Seringkali sebuah perusahaan hanya mengambil keputusan teknologi jangka pendek yang menyebabkan masalah biaya dalam jangka panjang. Pada situasi seperti itu, kehandalan, ukuran, kemampuan kelola, keamanan dan ketersediaan sistem biasanya tidak dipertimbangkan kelayakannya.

Karena pengalaman yang dialami oleh pelanggan adalah hal kritis dalam mengukur keberhasilan sebuah e-business, maka sangat penting untuk tidak mengurangi investasi operasional karena hal tersebut seringkali sulit dilakukan, memakan waktu dan mahal. Dengan kata lain, sangatlah kompleks, sulit dan memakan biaya yang tidak sedikit untuk membangun infrastruktur yang dapat mendukung aplikasi e-business, proses bisnis, knowledge manajemen, kolaborasi, virtual community dan lain-lain..

Oleh karena itu, sebagai langkah awal, maka perusahaan harus dapat :

  • Membangun dan mengimplementasikan strategi dan arsitektur infrastruktur e-business
  • Membangun dan mengembangkan aplikasi
  • Mengelola content dan perubahan yang sangat cepat
  • Menguji perubahan dengan cepat tetapi secara menyeluruh
  • Merekonfigurasi kemampuan sistem untuk merespon dengan cepat kebutuhan pelanggan.
  • Mengarahkan, meningkatkan dan mentransformasi proses operasional agar memiliki kecepatan dan kemampuan yang lebih besar untuk mengidentifikasi dan merespon kebutuhan pelanggan.
  • Berkolaborasi dengan mitra dan supplier
  • Mengantisipasi dan menyelesaikan potensi masalah sebelum masalah itu terjadi.
  • Mendukung kebutuhan dunia global, seperti mendukung bahasa nasional dari negara tertentu dan transaksi internasional.
  • Proaktif untuk mengeksplorasi dampak teknologi baru, seperti layanan web nirkabel..

2.4 Menilai kesiapan e-business

Terdapat empat komponen berbeda untuk mengukur kesiapan e-business pada sebuah perusahaan, yaitu :

  • Infrastruktur teknologi.
  • Akses layanan komunikasi dan informasi yang ada dimana-mana
  • Praktek pengelolaan perusahaan yang baik (good governance)
  • Keinginan perusahaan untuk mendesain kembali bisnis proses untuk mendapatkan keuntungan dari kemampuan e-business.

Untuk komponen infrastruktur, terdapat 10 pertimbangan yang dapat membantu perusahaan untuk membangun infrastruktur e-business yang efektif, yaitu :

Fill in your skills gaps
Menemukan talenta yang menguasai e-business merupakan tantangan perusahaan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, perusahaan harus senantiasa menjaga agar tetap memperoleh sumber daya yang memiliki keahlian yang kritis ini.

Plan for the future
Telah menjadi cerita sehari-hari bahwa sistem e-business senantiasa tidak mampu beroperasi karena kapasitas sistem telah digunakan melebihi syarat yang ditentukan. Masalah performansi dan ketidakcukupan kapasitas sistem ini akan membuat pelanggan beralih dari perusahaan, menghambat pertumbuhan, meningkatkan biaya serta membuat perusahaan tidak kompetitif
Tahap identifikasi desain dan ukuran kemampuan sistem adalah masalah awal yang harus direncanakan terlebih dahulu untuk mengurangi biaya siklus hidup proyek dan resiko dimasa yang akan datang.

Prepare for emergencies
Perusahaan harus memiliki pengalaman yang cukup terhadap penanggulangan bencana serta kelanjutan bisnis dengan cara mengidentifikasi proses bisnis kritis yang harus dilaksanakan pada saat darurat serta membangun perencanaan yang dapat membantu mengendalikan situasi yang mempunyai potensi membahayakan perusahaan.

Get a health checkup for your systems
Tenaga ahli dari luar perusahaan dapat menilai sistem e-business dan membantu perusahaan utuk menentukan kemampuan dan batasan infrastruktur, membandingkannya dengan kebutuhan saat ini dan dimasa mendatang serta membuat roadmap untuk menuntun arah yang akan dituju oleh perusahaan.
Konsultan akan membantu perusahaan untuk mengerti dampak teknologi baru, aplikasi serta pertumbuhan teknologi yang sangat cepat untuk diterapkan pada lingkungan perusahaan agar diperoleh efisiensi yang optimal.

Secure your investment and protect your customers
Keamanan dan privasi adalah masalah yang kritis bagi perusahaan yang menerapkan e-business. Menjalankan e-business yang aman memerlukan pengalaman dan pengetahuan yang biasanya diperoleh diluar perusahaan untuk melindungi sistem e-business dari hacker, virus atau internet intruders.

Find a place to put all your data
Teknologi Storage Area Network (SAN) yang cepat, handal dan setiap saat menyediakan media penyimpanan data akan dapat membantu memperluas kesempatan bisnis dan posisi bersaing karena mempermudah mengelola informasi yabg dimiliki perusahaan.
Dilain pihak, SAN seringkali sangat kompleks, membutuhkan SDM yang berpengalaman untuk merencanakan, mendesain, melakukan pengujian, mengimplementasikan dan menjalankannya.

Establish a solid network foundation
Pada infrastruktur e-business, jaringan adalah pondasi yang memungkinkan untuk menjalankan bisnis perusahaan. Sumber daya manusia yang handal diperlukan untuk mengelola arsitektur, teknologi, operasional dan perangkat yang diperlukan untuk meningkatkan performansi dan ketersediaan kebutuhan

Know before you go
Berbagai perubahan yang signifikan pada lingkungan IT, khususnya yang memberikan efek pada operasi yang kritis, memberikan situasi yang sangat beresiko tinggi. Dengan banyaknya hal yang menjadi taruhan, melakukan pengujian terhadap kecukupan infrastruktur sebelum mengimplementasikannya akan menjadi sebuah investasi dimasa yang akan datang. Karena jika sistem gagal pada saat diimplementasikan, akan menghilangkan pendapatan, produktifitas, pelanggan, ketidakpuasan pengguna dan penggunaan sumber daya tambahan untuk mengembalikan kondisi aplikasi dan infrastruktur seperti semula

Improve system availability
Perusahaan yang menerapkan e-business dengan baik akan senantiasa melakukan pemeriksaan secara seksama terhadap hardware, infrastruktur jaringan dan aplikasi yang digunakan untuk membantu mengurangi biaya yang harus dikeluarkan dan untuk menghasilkan 100% ketersediaan sistem.

Delegate non-critical tasks
Menyerahkan kepada tenaga profesional dari pihak ketiga untuk mengelola fungsi dan proses tertentu sehingga memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan waktu dan sumber daya untuk berkonsentrasi pada bisnis utama perusahaan. Beberapa pekerjaan yang dilakukan oleh pihak ketiga merupakan fungsi yang rutin atau standar, yaitu manajemen aset, helpdesk hingga operasional jaringan.

BAB 3. KESIMPULAN

  • Membuat keputusan yang tepat bagi desain infrastruktur e-business dan mengimplementasikannya secara efektif dapat memberikan konstribusi untuk periode yang panjang bagi kesuksesan perusahaan.
  • Infrastruktur e-business penting bagi banyak fungsi bisnis dan bagi proses bisnis dalam organisasi. Daya saing perusahaan tergantung pada fleksibilitas infrastruktur e-business, karena infrastruktur tersebut memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan proses bisnis dan aplikasi baru secara cepat. Kecepatan organisasi untuk mengimplementasikan proses tersebut meningkatkan daya saing dalam pasar.
  • Fleksibilitas infrastruktur e-business memberikan dampak strategis pada arah bisnis perusahaan dan dapat memperluas implementasi aplikasi bisnis dalam perusahaan. Oleh karenanya, Infrastruktur e-business dapat semakin meningkatkan keterkaitan antara strategi teknologi informasi dan strategi bisnis perusahaan. Hal ini menjadi sangat penting karena memungkinkan perusahan untuk merespon dengan cepat lingkungan bisnis yang cenderung berubah-ubah.

DAFTAR PUSTAKA

  1. SOCK H. CHUNG, R. KELLY RAINER, JR., BRUCE R. LEWIS (2003), The Impact Of Information Technology Infrastructure Flexibility on Strategic Alignment And Applications Implementation, Communications of the Association for Information Systems (Volume 11, 2003) 191-206
  2. IBM Global Services (2000), From idea to IPO: Building a successful and supportive e-business infrastructure, https://www-935.ibm.com/services/us/its/pdf/ngipo.pdf
  3. MINNA E. SARKAR, OMAR A. EL SAWY (2003), The Four Tigers Of Global E-Business Infrastructure Strategies And Implications For Emerging Economies, Communications of the Association for Information Systems (Volume 12, 2003) 1-22.

batu.gif

Pertanggal 1 Juli 2007 kemarin, kami memulai hidup di tempat yang baru meskipun sebenarnya nggak jauh-jauh amat dari tempat yang lama.

Ada beberapa perubahan yang saya rasakan. Yang pertama, bersebelahan dengan Masjid membuat saya mau tidak mau selalu mendengarkan adzan dengan volume suara  yang lebih keras sehingga membuat saya merasa enteng melangkah ke sana. Yang kedua,  Shafaa sudah masuk SD yang jaraknya sekitar 5 km dari rumah, Wawa tidak mau kalah dan minta masuk TK-A. Perubahan kedua ini tidak bisa dianggap enteng karena jarak yang lumayan jauh praktis menghabiskan banyak waktu saya dijalan untuk antar-jemput kedua anak ini + ibunya. Yang ketiga, semua tabungan cadangan sudah terkuras habis untuk memulai hidup baru … resikonya, gaya hidup harus ditekan sedemikian rupa supaya tidak melulu menggali lubang yang lebih dalam.

Btw, sampai saat ini saya masih bisa menikmati semuanya … Alhamdulillah.

Kalidami, 13 Juli 2007

1. Apa perbedaan software process dan software product ?

Jawab :

Software proses

Terdiri dari 2 kategori yaitu :

  • Manajemen Process (didalamnya terdapat  project management, configuration management dan quality assurance management)
  • Technical Process : metoda yang harus diaplikasikan pada setiap tahapan SDLC ( metode analisis, metoda perancangan, metoda pemrograman dan metoda pengujian)

Software proses seringkali disebut sebagai sekumpulan aktivitas, metode, praktek, dan berbagai transformasi yang digunakan oleh sekumpulan manusia di dalamnya untuk membangun dan memelihara software serta hal-hal yang berkaitan dengannya, misalnya project plan, dokumen desain, code, testing, cases, dan user manual.

Software produk

Software produk diperoleh melalui tahapan pembangunan : SDLC (System Development Life Cycle) yang dapat berbentuk Waterfall, Spiral, atau prototyping.

Software produk seringkali juga disebut sebagai hasil pengembangan software yang siap untuk digunakan bagi penggunanya. Produk perangkat lunak mempunyai klasifikasi masing -masing sesuai dengan tingkat kematangan perangkat lunak tersebut dibuat.

.

2. Bagaimana caranya menilai sebuah software ?

Jawab :

Penilaian kualitas perangkat lunak dapat dilihat dari sudut pandang proses pengembangan perangkat lunak (process) dan hasil produk yang dihasilkan (product). Dan penilaian ini tentu berorientasi akhir ke bagaimana suatu perangkat lunak dapat dikembangkan sesuai dengan yang diharapkan oleh pengguna.

point-of-view.jpg

Dari sudut pandang product, pengukuran kualitas perangkat lunak dapat menggunakan standard dari ISO 9126 atau best practice yang dikembangkan para praktisi dan pengembang perangkat lunak.

Di lain pihak, dari sudut pandang process, standard ISO 9001 dapat digunakan untuk mengukur kualitas perangkat lunak. Dan diskusi tentang ini berkembang dengan munculnya tema kajian tentang CMM (The Capability Maturity Model) yang dikembangkan di Software Engineering Institute, Carnegie Mellon University serta beberapa kajian lain seperti SPICE (Software Process Improvement and Capability dEtermination) dan BOOTSTRAP. CMM, SPICE dan BOOTSTRAP mengukur kualitas perangkat lunak dari seberapa matang proses pengembangannya.

.

3. Didalam pengembangan perangkat lunak ada fase perawatan perangkat lunak,   apa yang dilakukan dalam perawatan perangkat lunak ?

Jawab :

Fase pemeliharaan merupakan fase perawatan terhadap sistem yang telah dikembangkan dan diimplementasikan. Cakupan fase ini berupa proses perawatan terhadap sistem yang berkaitan dengan perawatan berkala dari sistem maupun proses terhadap perbaikan sistem manakala sistem menghadapi kendala dalam operasionalnya akibat masalah teknis dan non teknis yang tidak terindikasi dalam proses pengembangan sistem. Proses Maintenance ini juga meliputi upaya-upaya pengembangan terhadap sistem yang telah dikembangkan sebelumnya dalam menghadapi mengantisipasi perkembangan maupun perubahan sistem bersangkutan.

.

4. Ambil sebuah case study pengembangan perangkat lunak,  bagaimana menetapkan harga perangkat lunak ?

Jawab :

Penetapan harga dapat dilakukan dengan melakukan pengukuran Functional Point. Function point ditentukan berdasarkan bagian-bagian software yang bisa dihitung seperti :

  • jumlah input dari pengguna
  • jumlah output untuk pengguna
  • jumlah user inquiry: inquiry didefinisikan sebagai online input yang menghasilkan respon langsung dari software dalam bentuk online output
  • jumlah file: baik file yang terpisah dari database, atau bagian dari file
  • jumlah external interface: misalnya data file pada storage media yang digunakan untuk mengirimkan informasi ke sistem lain.

Rumus pengukuran yang digunakan adalah:

Fa = w1c1 + w2c2 + … + wncn

Dimana:
Fa adalah nilai total dari faktor a
wi adalah bobot untuk kriteria i
ci adalah nilai untuk kriteria i
Kemudian tahapan yang harus kita tempuh dalam pengukuran adalah sebagai berikut:
Tahap 1: Tentukan kriteria yang digunakan untuk mengukur suatu faktor
Tahap 2: Tentukan bobot (w) dari setiap kriteria (biasanya 0 <= w <= 1)
Tahap 3: Tentukan skala dari nilai kriteria (misalnya, 0 <= nilai kriteria <= 10)
Tahap 4: Berikan nilai pada tiap kriteria
Tahap 5: Hitung nilai total dengan rumus Fa = w1c1 + w2c2 + … + wncn

Contoh kasus pada pengembangan sebuah aplikasi sistem informasi :

fp.jpg

domain-informasi.jpg

 FP (estimated)  =  jumlah total x [0.65 + (0.01 x  Fi)]
= 596 x [0.65 + (0.01 x 45)]
= 655.6
Estimasi Waktu  = 6 Bulan
Biaya                    = $10.0 per FP/person-month
Dokumentasi      = 1 Halaman / FP
Biaya S/W           =   655.6 x $10 = $6.556,00  (merupakan harga dasar S/W)

.

Referensi :

http://lecturer.ukdw.ac.id/othie/bhn4.pdf

http://romisatriawahono.net/2006/06/05/teknik-pengukuran-kualitas-perangkat-lunak/

http://www.cs.ui.ac.id/

Tugas Ujian  Akhir Kuliah Analisa dan Desain Sistem Informasi

MMT-MOBILE

Deskripsi Singkat

Pada saat ini penggunaan teknologi perangkat mobile telah berkembang pesat dan memasyarakat. Sebagian besar masyarakat menggunakannya tidak hanya untuk kepentingan berkomunikasi saja, tetapi juga untuk mendapatkan informasi secara cepat dan efisien dengan aplikasi berorientasi internet melalui teknologi WAP.

Sistem informasi yang akan dirancang adalah MMT-Mobile, sebuah Agent-Based Environment Mobile Services. Dengan menggunakan program berteknologi WAP yang didukung dengan fasilitas GPRS dari telepon selular yang kian menjamur penggunaannya, sistem ini dinilai sangat berguna untuk efisiensi segenap pihak-pihak yang berkepentingan dalam hal mendapatkan pengetahuan, komunikasi dan pelayanan publik. Masalah efisiensi ini terdiri dari tiga aspek, yaitu aspek waktu, tenaga, dan biaya. Melalui sistem ini, pengguna dapat pula melihat status dari suatu hal yang berkaitan dengan masalah pelayanan publik. Dengan demikian pengguna dapat menghemat biaya dan tenaga karena sistem ini dapat diakses di mana saja dan kapan saja.

Gambaran Proyek

Pelaksanaan proyek ini diawali dengan menganalisa data-data yang dibutuhkan untuk mengembangkan sistem tersebut. Setelah menganalisa, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data-data dan informasi yang dibutuhkan untuk dijadikan sebagai input dari sistem infomasi MMT-Mobile yang akan dikembangkan.
Pelaksanaan proyek ini akan dilanjutkan dengan menyiapkan alat-alat ataupun komponen yang dibutuhkan untuk mengembangkan sistem tersebut, kemudian setelah semua persiapan telah selesai, akan dimulai untuk mengimplementasikannya. Hasil dari proyek ini adalah sebuah sistem informasi dalam webpage yang berbasiskan WAP.

 Ishikawa Diagram

Akses Informasi

ishikawa-1.jpg

Efisiensi

efisiensi.jpg

Pernyataan Masalah

  • Masyarakat sulit mendapatkan informasi publik (khususnya mengenai perijinan, pajak, maupun akte lahir) serta pengumuman-pengumuman lain yang dibutuhkan masyarakat) yang dibutuhkan kapanpun dan di manapun ia membutuhkannya (di dalam maupun di luar kantor PEMDA.
  • Ketidakefisienan masyarakat dari segi tenaga, waktu, dan biaya untuk mengakses informasi publik termasuk misalnya masyarakat tidak dapat melakukan transaksi pembayaran tanpa mendatangi loket pembayaran atau ATM .
  • Masyarakat kesulitan melakukan komunikasi dalam bentuk forum komunitas serta sarana pendidikan yang bersifat mobile

Cause-and-Effect Analysis

 cause-effect.jpg

.

Rancangan dan Desain

Akan dibuat rancangan dan desain yang menggabungkan ketiga requirement yang diminta yaitu handphone sebagai alat pembayaran, akses informasi publik dan sarana pendidikan.

Kebutuhan Fungsional

Fungsi-fungsi yang harus ada di dalam sistem adalah sebagai berikut:

  • Sistem dapat melakukan otentikasi terhadap semua pengguna yang menggunakan sistem tersebut, hal ini berkaitan langsung dengan keamanan yang merupakan salah satu prioritas tertinggi dalam pengembangan proyek ini.
  • Sistem dapat melakukan pemetaan secara langsung dan realtime antara request dari pengguna dengan database yang terdapat pada server dan memberikan respon. Request yang dimaksud disini merupakan request secara umum (misal, transaksi pembayaran, informasi publik seperti perijinan, pajak, pendaftaran akta lahir dsb) karena sebagian besar request yang diminta oleh user akan berhubungan langsung dengan database.
  • Sistem dapat melakukan evaluasi dan memberikan respon kepada pengguna secara langsung, terutama dalam fungsi event reminder.
  • Sistem dapat melakukan interkoneksi antara LDAP, DBMS, webserver dan interface dengan baik.

Kebutuhan Non Fungsional

non-functional.jpg

Komputer Laboratorium lambat,  sisanya akan dikerjakan di rumah saja ….

Referensi :

Ardini Ridhatillah,Ihsan Wahyu P,Indah Wulansari,M. Faizal Ardi,Ratih Kemala, SISTEM INFORMASI PENUNJANG KEGIATAN MAHASISWA FASILKOM UI MyCampus, Universitas Indonesia, 2004

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Selama tiga dekade terakhir, tercatat perkembangan yang sangat pesat dibidang Teknologi Informasi. Teknologi yang rumit tersebut membantu perusahaan-perusahaan yang menggunakannya menjadi semakin produktif tetapi disisi lain membuat banyak perusahaan semakin rentan terhadap ancaman yang lebih kompleks. Oleh karenanya, dengan tetap mengingat ketersediaan sumberdaya yang tersedia, banyak perusahaan yang berusaha untuk dapat mengurangi tingkat resiko dan ancaman yang mungkin terjadi.
Terkait dengan semakin banyaknya ancaman dari dalam dan luar perusahaan, cukup sulit untuk menjaga infrastruktur teknologi informasi seperti jaringan informasi agar tetap aman dan terlindungi. Disamping itu, ancaman dari dunia maya semakin memperbesar masalah yang mungkin terjadi. Perusahaan tidak mungkin membiarkan cracker mencuri, memodifikasi atau menghilangkan data-data penting perusahaan. Oleh karenanya, beberapa faktor resiko memerlukan perhatian lebih untuk dapat dikendalikan.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh CSI/FBI pada tahun 2004 diketahui bahwa 75 % ancaman terhadap sistem informasi berasal dari internal perusahaan itu sendiri yakni karyawan yang salahsatunya disebabkan oleh karena tidak adanya pelatihan dan pengetahuan yang memadai bagi karyawan tentang keamanan informasi perusahaan. Mereka seringkali secara tidak sadar atau tidak mengetahui bahwa mereka seringkali menyampaikan informasi yang bersifat rahasia kepada pihak yang tidak berwenang yang pada akhirnya akan membuat masalah keamanan terhadap perusahaan. Oleh karena itu, sangat mendesak untuk membuat sebuah program tentang kesadaran keamanan bagi karyawan untuk melindungi aset (informasi) perusahaan
Persepsi persepsi keliru dari karyawan dan manajemen dalam perusahaan tentang informasi harus dapat diubah sehingga program pelatihan dan kesadaran terhadap keamanan sistem informasi merupakan suatu keperluan dan bukan merupakan beban perusahaan.

1.2 Perumusan Masalah
Dengan penjelasan latar belakang di atas, maka terdapat beberapa permasalahan yang perlu diperhatikan dan diselesaikan antara lain:

  • Program-program apakah yang telah dibuat oleh perusahaan untuk meningkatkan kesadaran karyawan terhadap pentingnya keamanan informasi perusahaan.
  • Apakah pengelolaan keamanan yang baik akan berhasil jika tidak ada perhatian yang cukup signifikan dari manajemen untuk meningkatkan kebutuhan pelatihan dan kesadaran terhadap keamanan informasi perusahaan.
  • Apakah program-program kesadaran keamanan informasi perusahaan yang dimiliki perusahaan telah sesuai dan memenuhi kebijakan keamanan informasi perusahaan dan best practice yang terdapat pada beberapa pustaka tentang kesadaran keamanan informasi perusahaan

1.3 Tujuan Penelitian

  •  Untuk mengetahui program kesadaran terhadap keamanan informasi yang dimiliki oleh perusahaan pada saat ini.
  • Untuk mengembangkan program kesadaran keamanan informasi perusahaan berdasarkan analisa yang dilakukan.

1.4 Manfaat Penelitian
Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari hasil penelitian yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Membantu implementasi kebijakan keamanan informasi perusahaan agar dapat mencapai sasaran dan tujuan keamanan informasi perusahaan.
  • Membantu perusahaan untuk mencapai keuntungan dan kelangsungan hidup perusahaan dengan cara mengurangi resiko adanya pelanggaran terhadap keamanan informasi perusahaan
  • Memotivasi karyawan untuk mengubah perilaku dan tindakan mereka agar dapat lebih peduli terhadap keamanan informasi perusahaan.
  • Mengurangi potensi terjadinya tuntutan terhadap perusahaan akibat penyalahgunaan informasi.

Dibela-belain nggak tidur semalaman tapi hasilnya sungguh mengecewakan

  • Di semifinal Piala Champion, MU kalah dari Milan 3-5  …. kecewa
  • Di semifinal Piala Champion, Liverpool menang melawan Chelsea 1 – 1 (penalti) …. senang
  • Di final Piala FA, MU kalah dari Chelsea 0 – 1 ….. kecewa
  • Di final Piala Champion, Liverpool kalah dari Milan 1 - 2  …. kecewa

MU dan Liverpool yang saya jagokan kalah di pertandingan akhir … kepikiran terus sampai saya merasa harus menuliskannya di sini.

Padahal saya nggak tahu main bola.

Microsoft vs Apple, keren sekali kelihatannya. Seolah-olah saya ingin menuliskan bagaimana pertarungan antara keduanya, padahal tidak samasekali.

Sejak maling berhasil membawa kabur notebook saya bulan lalu, sampai saat ini saya masih mempertimbangkan apakah sebaiknya menggantinya dengan notebook yang isinya jendela ataukah notebook yang ada buah apelnya.

Setelah mempertimbangkan beberapa kelebihan dan kelemahan antara keduanya, ternyata saya menemui banyak kendala untuk memilih. Hal ini terutama disebabkan karena anggarannya belum ada ….he3x

Jangan lupa nabung ….

Perilaku pelajar dan mahasiswa di mana-mana mungkin tidak akan pernah berubah setiap kali akan menghadapi ujian akhir. SKS alias Sistem Kebut Semalam masih tetap menjadi andalan.  Kalau ini ditanyakan ke saya, pasti jawabannya TIDAK SALAH.  Mau bagaimana lagi kalau kenyataannya memang begitu.

Berhubung sudah agak tua dan memori dikepala sudah mulai susah menyimpan  hal-hal baru maka dengan sedikit kesadaran sendiri terpaksa SKS ini harus diakali supaya bisa berubah menjadi Sistem Kebut Seminggu … meskipun hasilnya mungkin akan tetap tidak terlalu jauh berbeda alias tetap bingung sewaktu menjawab soal-soal ujian akhir.

Yang paling menakutkan sebenarnya bagi saya adalah persiapan ujian tesis. kelihatannya harus punya waktu lebih banyak alias Sistem Kebut Setahun. Kalau tidak begitu,  saya tidak tahu bakal mendapat sanksi apa dari kantor, soalnya ijin untuk cuti kuliah saya cuma 2 tahun saja dan tidak boleh lebih.

So, saya memang harus mulai bersiap-siap mulai sekarang.

Next Page »